Perbedaan Tipes dan Maag Yang Mudah Dikenali

By | Juli 27, 2018

Perbedaan Tipes dan Maag Yang Mudah Dikenali – Selamat datang di website kami. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang perbedaan tipes dan maag yang mudah dikenali. Simak dibawah ini…

<>

Perbedaan Tipes dan Maag Yang Mudah Dikenali

Perbedaan Tipes dan Maag Yang Mudah Dikenali

Tipes dan maag, kedua penyakit ini paling umum yang sering diderita semua orang termasuk masyarakat Indonesia khususnya. Tapi tahukah Anda tentang perbedaan tipes dan maag (?)

Tipes dan maag mempunyai kesamaan yaitu gejala seperti perut yang terasa sakit serta mual dan muntah. Tipes merupakan penyakit peradangan usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang penularannya melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Masuk melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi, menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Didalam usus inilah bakteri akan berkembang biak dan menyebabkan penyakit yang disebut tipes.

Sedangkan maag adalah gejala penyakit yang menyerang lambung karena terjadi luka atau peradangan yang menyebabkan mulas dan perih pada perut.

Gejala Tipes

  • Demam naik turun
  • Mudah lelah
  • Nafsu makan hilang
  • Perubahan pola BAB (Susah buang air besar atau 20 persen penderita justru mengalami diare)
  • Nyeri perut yang menyerupai mag, mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Sakit di perut sebelah kiri karena ada usus 12 jari yang mengalami infeksi

Pengobatan yang paling efektif untuk mengobati tipes adalah pemberian antibiotik secara tuntas. Jika penderita mengalami gejala disertai muntah maka harus rawat inap, namun kalau tidak muntah boleh dirawat di rumah saja. Pasien tifus sebaiknya juga diberi makan makanan lunak (bubur) karena bakterinya menyerang bagian usus. Meski tidak selalu dirawat di rumah sakit, pasien tifus diwajibkan untuk beristirahat secara total dan tidak terlalu banyak bergerak. #Baca Juga : Obat Tipes Alami

Gejala Maag

  • Rasa panas pada perut bagian atas
  • Cepat merasa kenyang ketika makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
  • Mual
  • Kembung pada perut bagian atas
  • Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan)
  • Sering bersen­dawa
  • Muntah
  • Nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada (kadang-kadang terasa sampai punggung dan leher) yang muncul ketika atau setelah makan

Bagi penderita sakit maag, gejala biasanya akan menjadi lebih buruk jika dirinya juga mengalami stres. Selain stres, masuknya udara lewat mulut ketika mengonsumsi makanan juga bisa menyebabkan perut semakin kembung dan frekuensi sendawa meningkat.


Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *